jump to navigation

Renungan Ramadhan : Inilah Hal – Hal Yang Membatalkan Puasa !!!! Juni 30, 2014

Posted by sobatrodadua in Uncategorized.
36 comments

Gambar
Bro sekalian, mengingat puasa udah berjalan sua hari ini dan tak ada salahnya menu warung berisi tentang sedikit informasi mengenai hal – hal yang berkaitan dengan puasa. Salah satu yang sanagt penting bagi uamt muslim adalah prihal sesuaatu yang dapat membatalkan puasa. mari kita simak yaa mas broo.. dan sis sekalian.

Sedikit catatan mengenai batalnya puasa seseorang menurut Syafi`iyah, yaitu: Pertama: Orang yang lupa, (di-)terpaksa, atau tidak tahu bahwa hal-hal tersebut bisa membatalkan puasa, maka puasanya tidak batal -meski yang dimakan itu banyak atau sedikit. Jadi kriteria batal menurut Syafi`iyah adalah adanya unsur kesengajaan dalam melakukan hal-hal yang membatalkan puasa tersebut. Kedua: Orang yang batal puasa tanpa udzur (halangan) harus tetap meneruskan puasanya hingga waktu buka.

Gambar

Perihal Batalnya Puasa Dan Hanya Wajib Qadla

Ada beberapa hal yang membatalkan puasa dengan konsekuensi qadla` saja tanpa berkewajiban membayar kafarah, yaitu:

  1. Masuknya satu benda atau dzat ke dalam perut dari lobang terbuka seperti mulut, hidung, lobang penis, anus dan bekas infus, baik sesedikit/sekecil apapun, seperti semut merah; ataupun benda tersebut yang tidak biasa dimakan seperti debu atau kerikil.
    Masuk dalam kategori ini juga :
    • Sengaja mencium bau renyah daging goreng;
    • Menghirup obat pelega pernafaan (semacam vicks atau mint) ketika seseorang merasa sesak nafas;
    • Menelan kembali ludah yang sudah berceceran dari pusat kelenjar penghasil ludah. Seperti menelan kembali ludah yang sudah keluar dari mulutnya (dihukumi sebagai benda luar); atau seseorang membasahi benang dengan ludahnya kemudian mengembalikan benang yang basah (oleh ludahnya tersebut) ke dalam mulutnya dan hasil ludah tersebut ditelannya lagi; atau menelan ludah yang sudah bercampur dengan benda lain -lebih-lebih benda yang terkena najis.
    • Mempermainkan ludah di antara gigi-gigi, sementara ia bisa memuntahkannya.
    • Menelan sisa-sisa makanan yang menempel di antara gigi-gigi meski sedikit, sementara ia sebenarnya bisa memisahkannya tanpa harus menelannya.
  2. Menelan dahak yang sudah sampai ke batas luar mulut. Namun jika kesulitan memuntahkannya maka tidak apa-apa;
  3. Masuknya air madlmadlah (air kumur) atau air istinsyaq (air untuk membersihkan hidung) ketika wudlu hingga melwati tenggorokan atau kerongkongan karena berlebih-lebihan dalam melakukannya.
  4. Muntah dengan sengaja walaupun ia yakin bahwa muntahan tersebut tidak ada yang kembali ke perut.
  5. Ejakulasi ekster-coitus (Istimna) seperti onani –baik dengan tangan sendiri maupun bantuan isterinya–, atau mani tersebut keluar disebabkan sentuhan, ciuman, maupun melakukan petting (bercumbu tanpa senggama) tanpa penghalang (bersentuhan kulit dengan kulit). Hal-hal tersebut membatalkan puasa karena interaksi secara langsung menyentuh kelamin hingga menyebabkan ejakulasi.
    Adapun jika seorang keluar mani karena imajinasi sensual, melihat sesuatu dengan syahwat, melakukan petting tanpa sentuhan kulit dengan kulit (masih dihalangi kain), maka tidak apa-apa, karena interaksi tersebut tidak secara langsung menyentuh kelamin hingga menyebabkan ejakulasi. Dan hukumnya disamakan dengan mimpi basah. Namun jika hal itu dilakukan berulang-ulang maka puasanya batal, meskipun tidak ejakulasi.
  6. Jelas-jelas keliru makan pada siang hari, karena sudah terbitnya fajar atau belum terbenamnya matahari.
    Jika ia berbuka puasa dengan sebuah ijtihad yaitu membaca keberadaan awan kemerah-merahan (sabagai tanda waktu buka) atau yang lain, seperti cara menentukan waktu sholat (secara astronomis), maka dibolehkan atau sah puasanya.
    Namun, untuk kehati-hatian, hindari makan di penghujung hari (berbuka) kecuali dengan keyakinan sudah saatnya berbuka. Juga dibolehkan makan di penghujung malam (waktu sahur) jika ia menyangka masih ada waktu meski sebenarnya waktu fajar sudah tiba dan dimulutnya masih ada makanan maka sah puasanya. Sebab dasar hukum itu berangkat dari keyakinan awal yaitu belum terbit fajar. Akan tetapi jika sudah jelas-jelas ia mengetahui terbitnya fajar (imsak) sementara di mulutnya masih ada makanan kemudian ia langsung memuntahkan makanan tersebut maka tidak apa-apa, namun jika masih asyik memakannya maka puasanya batal.
  7. Datang bulan (haid), nifas, gila, dan murtad. Sebab kembali pada syarat-syarat sahnya puasa yaitu sehat akal (Akil), masuk ke jenjang dewasa (baligh), muslim, dan suci dari haid dan nifas. Dengan demikian batalnya puasa tersebut karena tidak memenuhi persyaratan tersebut diatas.

Last… ketuju poit tersebut sebaiknya kita hindari dan jauhi dalam pelaksanaan berpuasa… Nantinya akan di tulis juga hal – hal yang dapat menghilangkan pahala puasa.. kalo ini yang membatalkan.. jadi wajib untuk menQadha’ atau berhutang dan dibayar pada hari setelah puasa… piye mas broo.. awass ojo ngombe lohh ya :mrgreen:

Gambar

SETIAPWAKTU

Barometer Informasi Segala Zaman

Prayedtotife

apa adanya ditulis....belajar belajar dan belajar

NENDANGBANGET.NET

Semua Berita Paling Nendang Ada Disini

PEYSBLOG

Two Wheel Sketch, Story and Analysis

YUDIBATANG.COM

Berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita Horor Original

PotretBikers.com

All about Automotive, Gadgets, Traveling

BladeusMagz

Bladeus Magazine - All About Automotive - Humor - Games - and Many More....

Ardiantoyugo

Berita Motor Terbaru

lexyleksono

Just want to share my life journey : automotive, photography, traveling, culinary

Bonsaibiker

Blog Otomotif: MotoGP, Motor, Mobil, Pajak, Modif

WARUNGASEP ★★★☆☆

Nongkrong di Warung Kopi

Aripitstop.com

otomotif news

MenyusuriJalan.Com

Otomotif, Kuliner, Wisata, Jalan-jalan

Ndesoedisi

Blogger Ndeso Berbagi Cerita

RPMSUPER.COM

Blog Otomotif Indonesia

KobaYogas.COM - Your Automotive Blog

Share Drive|Ride|Pride - Bikes|Cars|Test Ride|Reviews

%d blogger menyukai ini: